Saturday, September 25, 2010

6 Sifat Asas Tabligh

Allah SWT menjanjikan kejayaan , keselamatan , keamanan , keberkatan dan segala kebaikan hanya dalam mentaati perintahNya dan mengikut cara sunnah Nabi Muhammad SAW. Jadi kejayaan seluruh manusia di dunia dan di akhirat sehingga hari kiamat hanyalah di dalam agama.
Jika kita berusaha untuk  6 perkara maka mudahlah bagi kita mengamalkan keseluruhan agama.
Dalam usaha ini yang menanamkan sifat mengutamakan saudaranya yang lain [ walaupun dirinya sendiri memerlukan ]& keinginan untuk berkorban, memohon keredhaan Allah SWT & keinginan untuk memperolehi ganjaran pahala di akhirat.
Menghormati dan memuliakan sesama muslim , merendah diri kepada Allah SWT , menunaikan hak-hak saudara kita tanpa menuntutnya kembali . Menbentuk setiap amalan yang dilakukan dengan niat semata-mata kerana Allah SWT . Meninggalkan segala perkara yang tidak berfaedah , menimbulkan kesedaran dan keghairahan  di atas kelebihan-kelebihan keluar di jalan Allah [ khuruj fisabilillah ]
Inilah unsur-unsur yang menjadi asas dalam usaha dakwah. Terpelihara dan terhindar daripada menjadi satu gerakan politik , gerakan yang berjuang untuk kebendaan dan keuntungan , kemasyuran dan kedudukan.
Asas 6 Sifat
1. Yakin terhadap kalimat Thoyyibah Laa ilaaha ilallah Muhammadur rasulullah.
  • Artinya: Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.
  • Laa ilaaha ilallah
    • Maksudnya: Mengeluarkan keyakinan pada makhluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah di dalam hati.
  • Muhammadar rasulullah
    • Maksudnya: Mengakui bahwa satu-satunya jalan hidup untuk mendapatkan kejayaan dunia dan akhirat hanya dengan mengikuti cara hidup Rasulullah s.a.w.
2. Shalat khusyu’ dan khudu’.
  • Artinya: Shalat dengan konsentrasi batin dan rendah diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rasulullah.
  • Maksudnya: Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah dalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.
3. Ilmu ma’adz dzikr
  • Ilmu
    • Artinya: Semua petunjuk yang datang dari Allah melalui Baginda Rasulullah.
  • Dzikir
    • Artinya: Mengingat Allah sebagaimana Agungnya Allah.
    • Maksudnya Ilmu ma’adz dzikr:
Melaksanakan perintah Allah dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan ke-Agungan Allah mengikuti cara Rasulullah.
4. Ikramul Muslimin
  • Artinya: Memuliakan sesama Muslim.
  • Maksudnya: Menunaikan kewajiban pada sesama muslim tanpa menuntut hak daripadanya.
5. Tashihun Niyah
  • Artinya:
Membersihkan niat.
  • Maksudnya:
Membersihkan niat dalam beramal, semata-mata karena Allah.
6. Dakwah dan tabligh khuruj fii sabiilillah
  • Dakwah
    • Artinya: Mengajak
  • Tabligh
    • Artinya: Menyampaikan
      • Maksudnya:
        • Memperbaiki diri, yaitu menggunakan diri, harta, dan waktu seperti yang diperintahkan Allah.
        • Menghidupkan agama pada diri sendiri dan manusia di seluruh alam dengan menggunakan harta dan diri mereka.

This is an excerpt Maulana Saad`s Bayan in Markaz Nizamuddin

My dear brothers and elders in Islam, This work is work of Allah SWT. And in this work, it does not depend on how talented a person is. Rather, in this work, the most important thing is that how can a person accepted by Allah SWT. Acceptance is the criteria for this work, not tha talents and the abilities. And because we do not have this in our environment, so what we think is that let`s bring people the people who are talented to this work. But the really is, my dear recpected brothers and elders, this work is for those people who are accepted by Allah SWT.

It happens to that point, that a person who does not have qualities or any abilities or any talents, so what? When he comes through the way of acceptance, he becomes so talented and Allah give him so much that he exceed those people who have talent. This is the way of acceptance of Allah; this is how Allah SWT accepts a person. And it happen that when Allah SWT desires to accept a person, this person has go through different tests and trials. different decisions and circumstance are put on this person. This person has go through this circumstance and conditions. And while passing throughthese different tests,trials and conditions, this person reaches a level that he becomes acceptable to Allah SWT. Because Allah SWT choose ; Allah says ''[........] from the people he wants to do this work.

So when Allah SWT chooses a person, that person has go through various tests and trials, so that different benefits can get inside this person. He goes through all that, so that through that, diferent qualities become embedded in the person. And because of these qualities, this person becomes accepted by Allah SWT.....

Allah SWT mentions about Ibrahim AS that he underwent so many tests, And Ibrahim AS passed all those tests. And when he passed all those tests, Allah SWT choose him as Imam, as Imam of the millat and Iman of the deen. Allah SWT choose him. This is what the acceptance of Allah SWT is ; that when a person goes through this process, then Allah SWT chooses him and selects him. And this is the most importance thing, that how a person get accepted by Allah SWT.

First of all, every worker must assess his personal life. This is very essential and very important. Maulana Ilyas Saheb RA used to say that Allah SWT will protect this work with such people that have the qualities to carry out this work. The people with such qualities and such arttributes that they will be carry out this work, than through them Allah SWT will protect the effort.

As such, there are four things that must come in the life of a human being; the first is 'ibadah, then akhlaq, mu'amalat and mu`asharat. Ibadah is between a person and Allah SWT. The rest-akhlaq mu'amalat and mu`asharat-the character of a person, the dealings of a person, tha sosial life of a person; this is between a person and the other people. Between a person and Allah SWT, there is just one aspect ; between a person and other people, there is three aspects. That`s why Maulana ilyas RA, in Hayatus Sahabah, has written a chapter where he was written how through tha akhlaq of the Sahabah RA, Allah SWT gave Hidayah to other people. Their Akhlaq, their character, their dealings and their mu`amalat became a means of hidayah for other people.

The first thing which a person is tested is in his patience. One Jewish scholar once came to Rasulullah SAW, and he wanted to test Rasulullah SAW in his patience, to see if he was a really nabi, and to see dealings Rasulullah SAW. And he dealt with Rasulullah SAW very harshly, and very rudely. But as harshly as he dealt with Rasulullah SAW. Rasulullah SAW even more patience. Patience and forbearance are signs of prophethood. He showed more patience, because Ambiya` AS are given this quality of patience. They have so much patience, that whatever conditions come upon them, they would make sabr and make patience on those conditions, until the desicion of Allah SWT comes afort. They tolerated those conditions and had patience so that Allah SWT can open the doors hidayah for them. The temperament of a da`iee is one of patience and tolerance, and thus these must be adopted in the lives of every worker.

The life Rasulullah SAW before prophethood was such that he was considered ''Sadiqul Ameen'', that he was truthful, pure and trustworty. Rasulullah SAW had all this qualities, even before prophethood, because he was in a position where he frequantly had to deal with people. That is why we are told again and again that we should read Hayatus Sahabah, and we should carry out this effort according to the temperament and the methodology that is shown through the lives of Sahabah. If we carry it out in this manner, then our efforts will be accepted. But if we do not read it, or keep these examples in front of us, and the live of Rasulullah SAW is not in front of us, then we will deviate from that path. We will cheating with one onother, lying with one another, betraying one another, hating one another. And we will carry out the work in this manner. And what will happen is that the work will be destroyed.

That is why it is very necessary to recognize that the first quality that the Ambiya` AS developed was the quality of patience, and we have to bring this quality inside ourselves. And the more a person has patience, the more Allah SWT use him as mean of hidayah. There is a chapter in Hayatus Sahabah which mentions those qualities of Rasulullah SAW which were linked to the hidayah of other people; among those, the first quality mentioned was that of patience. So we must bring this qualities inside us.....

Da'wah dan Tabligh............

Da`wah Illallah Cara Baginda Mustafa Muhammad SAW


Dakwah ialah jemaah yang bergerak mengikut Sunnah Rasulullah s.a.w melalui fikir yang sama sebagaimana fikir Rasulullah saw, maksud dan tujuan yang sama, semangat dan gerak yang sama, pembicaraan yang sama dalam perkara yang sama, kefahaman agama yang sama atas perkara yang sama, satu hati dengan semua da’ie dan kasih sayang kepada semua manusia, bermatlamat semua manusia sehingga bayi terakhir pada hari kiamat terselamat dari api neraka.
Maksud jemaah yang bergerak mengikut sunnah nabi s.a.w. ialah jemaah yang berpandukan sirah nabi s.a.w.


Maksud Pendakwah atau Da’ie
Pendakwah ialah satu kerja untuk islahkan diri sendiri, fardu ain ke atas setiap individu muslim, melalui mujahadah, dalam dakwah manusia kepada iman dan amal supaya hakikat iman dan amal masuk dalam hati sanubarinya, terutama membetulkan iman dan yakin diri sendiri sepenuhnya pada Allah swt sehingga terputus pengharapan pada asbab, serta ajak orang lain ikut suasananya tanpa terkesan sedikitpun dengan suasana sekelilingnya, dia juga yakin melalui usaha dakwah maka nusrah dan bantuan Allah s.w.t akan bersama dengannya sehingga hari kiamat.


Maksud Di dakwah atau Mad’u
Di dakwah ialah individu Islam menjadi objek da’wah kerana tiada membuat usaha dakwah sebaliknya dia membuat usaha ke atas asbab sehingga dia yakin terhadap asbab lebih utama daripada amal untuk menyelesaikan masalah infradi dan ijtima’ie, dan dia juga tidak memasukkan perintah Allah s.w.t dalam asbab.


Apakah Kandungan Dakwah
Kandungan dakwah ialah seluruh ajaran Islam dalam semua lapangan hidup manusia, menjadi pengenalan Islam kepada orang Islam dan bukan Islam, dan menjadi asbab hidayat untuk manusia, melalui kita dakwahkan kepada manusia supaya iman dan yakin kita terbina.


Apakah Teknik Berdakwah
Teknik berdakwah ialah menggunakan diri, harta dan masa untuk berdakwah dengan mujahadah, sabar dan takwa, niat untuk islahkan diri sendiri dengan menziarahi manusia kepada iman dan amal tanpa mendapatkan keuntungan dunia dan sediakan mereka sebagai daie. 



Aktiviti Dakwah 

Markas internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara juga mempunyai markas pusat nasional, dari markas pusat dibagi markas-markas regional/daerah yang dipimpin oleh seorang Shura. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang disebut Halaqah. Kegiatan di Halaqah adalah musyawarah mingguan, dan sebulan sekali mereka khuruj selama tiga hari. Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah, yang biasanya dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir. Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid tanpa seizin Amir khuruj. Tapi para karyawan diperbolehkan tetap bekerja, dan langsung mengikuti kegiatan sepulang kerja. Orang yang telah khuruj kemudian disebut Karkun, dan tanpa adanya suatu baiat.
Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta’lim (membaca hadits atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Yusuf), jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid.
Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, namun biasanya hanya menangani khuruj dalam jangka waktu 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima’ (berkumpul), dimana dalam Ijtima’ akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan juga ta’lim wa ta’alum.
Setahun sekali, digelar Ijtima’ umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu Karkun dari seluruh pelosok daerah. Bagi Karkun yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka.

Mengenai Tabligh

Orang Tabligh,
Ntah sape la yg bagi nama,
Sedangkan kita sumer kan sama,
Umat Nabi SAW semuanye,
Kerja dakwah kan tanggungjawab bersama,
Nabi dah xde,
kalau kita tak buat,
sape pula,
x kan la keje ustaz dan ulama saja,
Yg kita nih,
xkan nak goyang kaki saje2?

Orang Tabligh,
Lari!!Larii! Orang Tabligh dtg,
Yg tadi ramai,
sekelip mata je dah ilang,
Yg td segar bugar dah tido terlentang,
Yg sakit kaki pun bleh terjun tingkap lari lintang pukang,
Heh..betul la kata orang,
Nak ajak manusia pada Allah bukannya keje senang.

Orang Tabligh,
Ajak keluar khuruj,
bukannya nanti x pulang,
Yg baru dapat gaji pun kata xde duit,
nak bayar hutang,
Yg tadi sihat pun tiba2 migrain plak datang,
Yg menganggur pun buat2 sibuk bukan kepalang,
Heh, dakwah ni takat cakap je mmg la senang,
Cuba buat,
mmg nak kena sabar,
nak kena tenang,
Lain la kalau ajak pada dunia,
bondong2 org dtg.

Orang Tabligh,
Lorong ke lorong,
hati ke hati,
pintu ke pintu,
Jumpe sumer orang tak pilih bulu,
Dari ustaz sampai le kutu,
Sume nak ditemu,
Nak diajak pd Allah yg satu.
Orang Tabligh,
Jalan bawak periuk belanga,
Dipandang org takat sebelah mata,
Dituduh jahil,
tinggal dunia perkara biasa,
Walaupun kekadang pedih gak telinga,
Nabi dulu2 pun kan selalu kena,
Dituduh dusta,
dipanggil gila,
Itu Nabi,
apatah lagi kita,
Yg banyak salah,
yg banyak dosa,
Takpe2,
Allah kan ada,
Yg Maha Mengetahui,
yg mana intan,
yg mana kaca.

Orang Tabligh,
Kekadang buat silap...adat la manusia,
Mmg tgh nak belajar2 tiru sahabat(r. anhum) yg dah terbukti berjaya,
Terpancung,
terlaser..sori,
bukannya sengaja,
Nak dapat hikmah dlm berdakwah mmg amik masa,
Kena keluar lagi dan lagi la nampaknya.

Orang Tabligh,
Ada kat mana2,
Kat US, Afrika,
kat Israel pun ada,
Dari petani,
engineer,
sampai la Raja,
Pelbagai adat,
perangai beza2,
Tapi bleh makan dlm dulang yg sama,
Bila keluar jemaah sumer dilayan serupa,
Bila nak berpisah..isk2. .kluar plak air mata.

Orang Tabligh,
Nak hidupkan sunnah Nabi,
Janggut,
jubah,
seluar atas buku lali,
Kalau nak diikutkan,
mmg ader byk lagi,
Kekadang tu kena gak perli,
"Kita skang kan di zaman IT"
"Tak main la sunnah2 nih!"
Jgn la mcm tu bang,
kita kan nanti mati,
Kang menyesal esok,
sapa yg rugi?
Kan diri sendiri..

Orang Tabligh,
Manusia biasa,
ada hati,
Sedih bila diperli,
sakit bila dimaki,
Bila tinggalkan rumah,
rindukan famili,
Kalau nak ikutkan hati,
mmg nak dok rumah,
bergurau dgn bini,
Or ajak anak main lari2,
Or layan PS2 sampai pagi,
Tapi untuk mengejar kebahagiaan abadi,
Kena korban lagi dan lagi,
Yela..hidup ni kan cuma sekali,
Kalau sekang tak buat jyunbi(persiapan) ,
bila lagi?

Orang Tabligh,
Malam2 doa hidayat,
Fikir risau,
camne nak selamatkan umat,
Supaya di akhirat suk semua selamat,
Orang skang ingat hidayat bleh senang2 dapat,
Tak perlu susah2,
tak perlu keringat,
N tak mau plak jumpe masyarakat,
Just bz buat ibadat,
Kalau camtu xde la kita ni "The Best Ummat".

Orang Tabligh,
"Apsal la ulama India yg jadik ikutan??"
Mmmm...kan Nabi dulu dah pesan,
Sape saja yg bawak kebenaran,
Tak kisah la orang Arab ke bukan,
Sume kena bagi sokongan,
Yg Allah pandang bukan luaran tapi kan Iman,
Bab mazhab jgn bimbang still sendiri punye pegangan,
So x jadik masalah la kan?

Orang Tabligh,
Ajak keluar 3 hari,
"I can't go..sorry!"
Yg dah kawin tak nak berenggang dgn isteri,
Yg si isteri mati2 tak nak suami dia pergi,
Berderai2 air mata keluar mcm air pili,
"Kalau abg nak gi jugak, antar saya blik kampung esok pagi!!"
Heh, org laki mmg lemah bab air mata nih,
Si suami pun letak balik beg,
tak jadik pergi,
Yg td josh(bersemangat) tak ingat pon,
jadik lemah seluruh sendi,
Kes2 camni mmg byk terjadi,
Bleh tgk dgn mata kepala sendiri,
Tp kalau bab dunia(cth:kursus naik pangkat),
"no prob.,anytime kami ready!"
Si isteri lambai pemergian suami dgn wajah berseri2,
Hey, of course la,
nanti husband I dpt naik gaji,
Wife mana la yg tak happy,
Heh..ni la realiti,
Bab dunia,
tak yah diajak pun semua pakat2 reti,
Bab akhirat,
masing2 buat x kesah,
x amik peduli,
Ya Allah selamatkan lah kami!

Orang Tabligh,
Bukan nak takhta,
harta,
ataupun kuasa,
Atau nak berlagak mcm dah tera,
Tak jugak nak kafirkan sape2,
Atau sibuk2 pergi mintak derma,
Cuma nak amalkan agama yg sempurna,
Dgn korbankan sendiri punya diri,
duit dan masa,
Nak selamatkan manusia kesemuanya,
Dari kena masuk neraka,
Nak supaya Allah redha,
masukkan kita dlm syurgaNya,
Itu saja...

Orang tabligh,
Seluruh dunia...naik kapalterbang.
..pakai selipar jepun sahaje...Ikhlas,
..no sponsor....no subsidy.....
passport penuh cop many countries..
Ade yang kerja tukang kebun sahaja...
nak tanya nafkah batin?
Balik dari keluar,
macam pengantin baru...
sama seperti balik dari fardhu haji........
..Sayangkan bini tinggal-tinggalkan
..sayangkan anak...rotan digantungkan.
.....sunnah nabi...bukan untuk mendera...
speed limit sahaja...
kenapa sibuk dakwah orang..
keluarga, anak isteri belum betul lagi..
Nabi Nuh A.S. ,
anak isteri tak mau ikut...
kalau Nabi Nuh ikut teori tersebut,
tak naik bahteralah jadiknye...
Abu Jahal bapa saudara Nabi Muhammad SAW tak mau ikut..
Kalau Nabi Muhammad SAW ikut teori tersebut...
tak buat dakwahlah Nabi....
tak sampailah Islam ke M'sia ni...

Orang Tabligh,
Selekehkah,
tak de ilmu,
compang camping kah,
berbaulah..
itu mungkin segelintir & cerita lama agaknya.
You can't blame the teachers.
You have to blame the distortions and ignorance of their followers.
Balighuanni walau ayah...
Saidina Abu Bakar received the first kalimat terus buat dakwah...
if he waits tunggu complete ilmu,
he will not be top performers after Nabi Muhammad SAW.
Global politic & economy with no borders & chauvinism,
M'sian, New Yorkers & Palestinians
duduk makan satu talam in Nizamuddin..